Minggu, 02 September 2018

Kisah Haru Kepedihan Hidup


Sumber: Internet
Judul Buku                         : TERUSIR
Penulis                                 : HAMKA
Hal                                         : 132
Penerbit                              : Gema Insani

Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dikenal dengan nama HAMKA. Tak hanya menghasilkan karya novel ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijck atau Di Bawah Lindungan Ka’bah’. Namun, sastrawan yang terkenal dengan da’wahnya ini juga menciptakan sebuah karya fiksi nan hampir hilang dalam peredaran karya sastra Indonesia. TERUSIR.
Tak banyak masyarakat Indonesia sekarang mengetahui karya ini, Terusir menceritakan sebuah kehidupan keluarga dari Minangkabau yang bertempat tinggal diperantauan. Hal ini menarik karena dalam kisah tersebut masih menggambarkan suasana tahun 1900-an atau suasana penjajahan oleh kolonial Belanda. Seorang perempuan cantik dan jelita parasnya, namun berkurang harta dan martabat keluarga, dipinang oleh lelaki nan  banyak harta dan tinggi martabat keluarganya. Dimana perempuan tersebut difitnah dengan kejamnya oleh keluarga lelaki.
Mariah. Begitulah nama perempuan tersebut, ibu dari seorang anak bernama Sofyan diusir oleh suaminya Azhar pada waktu tengah malam. Mariah. Seorang perempuan muda yang keluar dari rumah suaminya tengah malam. Ia tak tau mau kemana diwaktu terusir tersebut, yang ada dalam pikirannya hanya dua. Bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan atau menjadi pelacur untuk melanjutkan hidupnya.
Pernah Mariah beberapa kali dicobanya meminta pekerjaan menjadi pembantu di rumah tuan-tuan Belanda kaya. Tetapi sayang ia mempunyai kecacatan yang selalu menghalanginya mencari pekerjaan.
“kecacatan” itu ialah “kecantikan”. Kecantikan perempuan itu pada hakikatnya adalah bahaya bagi dirinya sendiri. Lantaran kecantikannya, ia digangu dalam perjalanan. Sementara perempuan yang tidak cantik, aman ke mana ia pergi, walaupun seorang diri. Perempuan buruk dihibai orang. Perempuan cantik, lantaran cantiknya orang malas mengambil menjadi pembantu, takut kalau-kalau tangannya tidak ringan, takut kalau-kalu kerjanya hanya berbedak dan berlengir.
Seiring berjalannya waktu, Mariah akhirnya mengambil keputusan yang kedua, menjadi pelacur di Jakarta. Mariah dahulu tidak ada lagi sekarang. Namanya telah ditukarnya dengan nama yang sesuai dangan kehinaannya, yang ada ialah “Neng Sitti”.
Yang lebih mengharu-birukan pikirannya ialah perceraian dengan anaknya. Wajah anaknya yang mungil itu senantiasa terbayang di ruang matanya. Kerap kali ia terbangun dari tidur tengah malam, serasa-rasa kedengaran anaknya memanggil ibu.
Terusir, tak hanya menceritakan satu tokoh Mariah. Hamka juga menceritakan kehidupan Sofyan, anak lelaki yang dididik dengan pendidikan tinggi hingga ia mendapatkan gelar pengacara di Jakarta. Takdir memang tak kan pernah mendustakan kehidupan, seorang pengacara yang namanya baru naik dan terkenal mendapatkan kasus pembunuhan oleh seorang pelacur ‘Neng Sitti’. Sidang kasus pembunuhan yang haru tersebut menjadikan klimaks karya fiksi Terusir.
Mahakarya Hamka, Tersusir sebuah novel yang menarik, mencampuradukkan emosi, dan perasaan terdalam soal cinta, kehilangan, fitnah , permusuhan dan kasih sayang. Dengan gaya penulisan khas melayu yang wajib dibaca bagi para penikmat sastra. Akan tetapi, ada beberapa kata dalam novel ini yang masih belum disensor layaknya bahasa aliran sastra wangi yang mulai popular satu dekade belakangan. Selain itu, bahasa sastra yang tinggi menjadikan pembaca yang tidak terlalu paham akan kesulitan untuk menyambungkan setiap alur cerita dalam kisah ini. Dan novel ini layaknya dikhususkan bagi usia tertentu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar