Judul Buku : TERUSIR
Penulis :
HAMKA
Hal :
132
Penerbit : Gema Insani
Haji
Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa dikenal dengan nama HAMKA. Tak hanya
menghasilkan karya novel ‘Tenggelamnya Kapal Van der Wijck atau Di Bawah
Lindungan Ka’bah’. Namun, sastrawan yang terkenal dengan da’wahnya ini juga
menciptakan sebuah karya fiksi nan hampir hilang dalam peredaran karya sastra
Indonesia. TERUSIR.
Tak
banyak masyarakat Indonesia sekarang mengetahui karya ini, Terusir menceritakan
sebuah kehidupan keluarga dari Minangkabau yang bertempat tinggal diperantauan.
Hal ini menarik karena dalam kisah tersebut masih menggambarkan suasana tahun
1900-an atau suasana penjajahan oleh kolonial Belanda. Seorang perempuan cantik
dan jelita parasnya, namun berkurang harta dan martabat keluarga, dipinang oleh
lelaki nan banyak harta dan tinggi
martabat keluarganya. Dimana perempuan tersebut difitnah dengan kejamnya oleh
keluarga lelaki.
Mariah.
Begitulah nama perempuan tersebut, ibu dari seorang anak bernama Sofyan diusir
oleh suaminya Azhar pada waktu tengah malam. Mariah. Seorang perempuan muda
yang keluar dari rumah suaminya tengah malam. Ia tak tau mau kemana diwaktu
terusir tersebut, yang ada dalam pikirannya hanya dua. Bunuh diri dengan cara
melompat dari jembatan atau menjadi pelacur untuk melanjutkan hidupnya.
Pernah
Mariah beberapa kali dicobanya meminta pekerjaan menjadi pembantu di rumah
tuan-tuan Belanda kaya. Tetapi sayang ia mempunyai kecacatan yang selalu
menghalanginya mencari pekerjaan.
“kecacatan”
itu ialah “kecantikan”. Kecantikan perempuan itu pada hakikatnya adalah bahaya
bagi dirinya sendiri. Lantaran kecantikannya, ia digangu dalam perjalanan.
Sementara perempuan yang tidak cantik, aman ke mana ia pergi, walaupun seorang
diri. Perempuan buruk dihibai orang. Perempuan cantik, lantaran cantiknya orang
malas mengambil menjadi pembantu, takut kalau-kalau tangannya tidak ringan,
takut kalau-kalu kerjanya hanya berbedak dan berlengir.
Seiring
berjalannya waktu, Mariah akhirnya mengambil keputusan yang kedua, menjadi pelacur
di Jakarta. Mariah dahulu tidak ada lagi sekarang. Namanya telah ditukarnya
dengan nama yang sesuai dangan kehinaannya, yang ada ialah “Neng Sitti”.
Yang
lebih mengharu-birukan pikirannya ialah perceraian dengan anaknya. Wajah
anaknya yang mungil itu senantiasa terbayang di ruang matanya. Kerap kali ia
terbangun dari tidur tengah malam, serasa-rasa kedengaran anaknya memanggil
ibu.
Terusir,
tak hanya menceritakan satu tokoh Mariah. Hamka juga menceritakan kehidupan
Sofyan, anak lelaki yang dididik dengan pendidikan tinggi hingga ia mendapatkan
gelar pengacara di Jakarta. Takdir memang tak kan pernah mendustakan kehidupan,
seorang pengacara yang namanya baru naik dan terkenal mendapatkan kasus
pembunuhan oleh seorang pelacur ‘Neng Sitti’. Sidang kasus pembunuhan yang haru
tersebut menjadikan klimaks karya fiksi Terusir.
Mahakarya Hamka, Tersusir
sebuah novel yang menarik, mencampuradukkan emosi, dan perasaan terdalam soal
cinta, kehilangan, fitnah , permusuhan dan kasih sayang. Dengan gaya penulisan
khas melayu yang wajib dibaca bagi para penikmat sastra. Akan tetapi, ada
beberapa kata dalam novel ini yang masih belum disensor layaknya bahasa aliran
sastra wangi yang mulai popular satu dekade belakangan. Selain itu, bahasa
sastra yang tinggi menjadikan pembaca yang tidak terlalu paham akan kesulitan
untuk menyambungkan setiap alur cerita dalam kisah ini. Dan novel ini layaknya
dikhususkan bagi usia tertentu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar